28 November 2013 pukul 16:40
Tenang begitu menantang.
Hati menggaruk surga neraka.
Aku mengeLuh memahat kayu rapuh.
Kapan mereka sadar ?
Mengerti akan arti roda mata ini.
Hujan pun meringkuk pedih.
Bagai merangkuL burung daLam sangkar.
Terjerat jarak dan perbedaan.
Tenang ini muLai nyata,
Ketika euforia itu berteriak !
Hai kembaLiLah.
Pergi tinggakan ragamu disana.
Aku percaya jeritan ini bukan hanya ringkuk hati. ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar