Mengarah pada mata itu. Mata yang kurasa tak lagi sama. Namun aku tetap mengguminya. Yaa.. itu karena adanya sebuah rasa. Rasa yang selalu membakar dada. Rasa yang membuatku bertahan sejauh ini. Meski ku tau. Kau tak kan pernah bisa ada disampingku. Namun aku tak mampu memungkiri. Aku mengagumimu.
Wahai embunku.
Menyejukkan pagi hangatku.
Namun kau hilang diterpa gelombang abadi bernama matahari.
Lenyap oleh deruan kokok ayam
Bahkan engkau hangus dengan rembulan cantik
Namun pagiku tiada berarti
Saat disana kau tak tampak
Jadi...
Ku tak peduli
Kapanpun kau menghilang
Kau akan kembali diesok hari lagi
Dengan sama
Yaaa
Kau masih sama
Hanya hatimu yang inginkan ku berbeda
Minggu, 15 Maret 2015
Embun ku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar