Selasa, 11 Agustus 2015

L.E.T.T

rasaku, mungkin salah
namun aku bersyukur kali ini aku menemukan seseorang yang bisa mendengarkan keluh hati ini. perbedaaan usia yang cukup jauh tak menghalangiku untuk makin terbuka padanya. sebut saja kak pepi. yaa namanya sih Febtrias bla bla bla. dari jurusan kedokteran gigi. kakak ini mungkin sudah pernah kujumpai dari satu tahun yang lalu. namun baru beberapa minggu lalu. aku merasakan getaran kasihnya. aku merasa memiliki kakak baru lagi. yang sekaligus menjadi kakak bimbing bagiku. aku pribadi yang memilih dan memutuskannya. alasannya satu. aku merasa nyaman. awalnya aku kaku sekali saat pertemuan pertemuan ringan mataku bertemu dan menatapnya. bahkan ada rasa takut. hingga saat kita tiba tiba dipertemukan dalam satu sesi dimana dia adalah guriku, aku pun merasakan dia sangat menakutkan. namun suatu hari, mungkin seminggu yang lalu, aku berada dikereta bersamanya dalam satu acara dimana kami adalah peserta yang ikut dari satu tempat yang sama, unair. ketika itu pun rasanya aku masih begitu geli untuk menatapnya. hingga setibanya di lokasi acara. ketika kereta berhenti disebuah stasiun. ketika itu waktu terasa berputar terbalik. ia begitu hangat. dan memelukku dalam sorot kamera. aku merasakan ada satu pelukan yang begitu hangat yang mungkin pernah aku rasakan ketika aku bersama mereka yang aku kasihi. mungkin dititik itulah Tuhan mengijinkanku memanggilnya kakak dalam nada yang sangat hangat. dan yaaa sejak saat itu lah aku menjadi begitu tergantung padanya. kemana-mana aku ngikut terus. hingga berurailah cerita tentang dikau. yang sejujurnya enggan aku ceritakan. namun aku begitu gamplang bercerita semuanya. yaaaah singkatnya. hingga malam ini pun. dia adalah satu satunya pribadi yang ada ketika tawaku pecah ruah ketika senyum ku tumpah karna seorang pria seumuranku. yang namanya pun enggan ku sebut namun selalu ku rajut, dalam hati.

Tidak ada komentar: