Dulu aku adalah pribadi yang suka banget bikin orang yang aku sukai, merasa cemburu. Berharap seolah-olah dia juga menyukaiku. Namun rasa itu membuatku makin bertahan dikondisi dimana rasaku menetap pada dia yang tak pernah memandangku. Pada dia yang selalu aku banggakan. Hingga satu ketika aku bertemu dengan titik jenuh. Dia bercerita tentang betapa lelahnya bertahan menunggu dan berharap pada rasa yang sama. Saat itu semua mulai berubah. Meskipun aku tetap memandang rasa dari kejauhan. Namun ada benteng diantara kita. Bentang yang membatasiku bisa dekat dengannya. Benteng yang membuatku kikuk saat kita bersama. Sejak bentwng itu mulai makin kokoh. Aku baru sadar. Disinilah saatnya sang koma berpindah. Bukan bertambah ataupun melemah, melainkan saatnya berenkarnasi menjadi titik. Yaaah.. Akhirnya selesai. Mungkin bukan akhir yang baik untukku (pendapatku), melainkan ini terbaik dari Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar